BALASAN SEBUAH PENGHIANATAN
Ilustrasi, penghianat mata (PIXABAY/NoName_13 ) Kamu boleh mengambil suamiku, penghianat memang pantas untuk penghianat juga. Namun tak akan kubiarkan kamu mendapatkan segalanya. **** "Aku tidak mau bercerai, Mas!" "Tapi aku tidak bisa bersamamu lagi," sahutnya. Lelaki itu, Galih Pratama. Suami yang sudah membersamaiku selama hampir lima tahun sekarang tiba-tiba saja mengajakku untuk mengakhiri hubungan pernikahan kami. "Kenapa, Mas, apa salahku? aku mengikuti semua keinginamu, tinggal dan bekerja dari rumah, aku juga mengurus ibumu dengan baik, bahkan usaha kita berkembang begitu pesat, aku yang selama ini mendukungmu, Mas," ujarku dengan perasaan mulai hancur. "Ya, kamu wanita yang sangat baik dan penurut. Bahkan tidak ada yang bisa menandingi kebaikanmu dalam mendampingiku. Aku yang sudah berbuat jahat di sini," sahutnya pelan. "Apa maksudmu, Mas, apa kamu punya wanita lain?" tanyaku dengan suara bergetar. Lelaki dihadapkanku in...